Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Kritik Siswa SMA di Kerinci Soal Menu MBG: Jangan Sampai Perbaikan Gizi Jadi "Wabah Bisul"

Sandra Boy
Rabu, 15 April 2026
Last Updated 2026-04-15T13:12:12Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


 



Kerinci, Fakta62.Info – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kerinci, Jambi, mulai memicu gelombang aspirasi dari kalangan siswa. Di SMA Negeri 7 Kayu Aro, para peserta didik mulai menyuarakan kejenuhan terhadap variasi menu yang dinilai terlalu monoton dan didominasi oleh satu jenis sumber protein tertentu.


​Berdasarkan fakta di lapangan, para siswa mengaku bahwa menu harian yang disajikan oleh pihak pengelola MBG didominasi oleh olahan telur hampir setiap hari. Kondisi ini memicu kekhawatiran dari sisi kesehatan dan selera makan para siswa yang sedang dalam masa pertumbuhan.


Keluhan Siswa: "Kami Bosan Telur Terus"


​Seorang siswa SMA di Kerinci yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kejenuhan ini telah mencapai titik puncaknya. Dengan nada tegas namun dibalut seloroh, ia menyebut bahwa ketiadaan variasi menu dapat berdampak pada kondisi fisik mereka.


​"Kami sudah bosan, menu itu-itu terus. Menunggu tidak lepas daripada telur. Bahkan, banyak arak-arakan (barisan siswa) yang berseloroh bisa kena bisul kalau setiap hari hanya makan telur," ujar siswa tersebut dengan lantang saat ditemui media, sembari memberikan senyuman getir.


​Ia menambahkan, ekspektasi mereka terhadap menu beragam seperti daging sapi yang kerap disebut dalam sosialisasi program sangat jarang terealisasi. Menurutnya, menu daging mungkin hanya muncul sekali dalam sebulan, sementara ketersediaan susu sebagai pelengkap gizi juga semakin jarang terlihat dalam paket makanan mereka.


Evaluasi Pengelola MBG di Seluruh Kerinci

​Fenomena ini ditengarai tidak hanya terjadi di satu sekolah, melainkan menjadi catatan penting bagi seluruh pengelola MBG di wilayah Kabupaten Kerinci. Penggunaan telur sebagai bahan utama diduga kuat karena faktor modal yang lebih murah, kemudahan akses stok, serta proses pengolahan yang praktis.


​Namun, secara medis dan jurnalistik, kebutuhan gizi seimbang bagi remaja tidak bisa dipenuhi hanya dari satu jenis komoditas secara terus-menerus. Diversifikasi pangan menjadi poin utama yang harus segera dievaluasi agar tujuan nasional program MBG untuk meningkatkan status gizi tidak berbalik menjadi penurunan nafsu makan siswa akibat bosan.


Tuntutan Variasi dan Keseimbangan Nutrisi

​Para siswa berharap pihak pengelola segera melakukan perbaikan manajemen menu dengan memasukkan variasi protein hewani lainnya sesuai dengan standar gizi yang seharusnya. Penyelarasan antara laporan realisasi anggaran dengan fakta menu di atas piring siswa menjadi sorotan utama dalam persoalan ini.


​Hingga berita ini diturunkan, aspirasi siswa ini diharapkan menjadi kritik membangun bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan terhadap pihak ketiga atau pengelola MBG di sekolah-sekolah, guna memastikan kualitas konsumsi tetap terjaga demi kesehatan generasi masa depan Kerinci.


(S boy)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan