IWAN WAMBES KETUA OKK KNPI |
Home
› Apbd 2025
› DPRD Kepulauan Sula
› Iwan Wambes
› Kabupaten Kepulauan Sula
› KNPI
› Laporan Keterangan Pertanggungjawaban
› Maluku Utara
› OPD
› Panitia Khusus
› PANSUS LKPJ 2025
› Pengawasan Anggaran
PANSUS DPRD Kepulauan Sula Mandul! OPD Tahan DPA, KNPI: Ini Bukan Pengawasan, Ini Pembiaran!
PANSUS DPRD Kepulauan Sula Mandul! OPD Tahan DPA, KNPI: Ini Bukan Pengawasan, Ini Pembiaran!
Minggu, 19 April 2026
Last Updated
2026-04-27T04:51:12Z
Kabupaten Sula, Fakta62.Info-
Panitia Khusus (PANSUS) DPRD Kabupaten Kepulauan Sula yang dibentuk untuk membedah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025 kini menuai gelombang kritik tajam. Harapan publik agar PANSUS menjadi alat pembongkar penyimpangan anggaran justru berubah menjadi kecurigaan besar PANSUS DPRD diduga hanya jadi formalitas, bahkan berpotensi menjadi alat pengalihan isu.
Sorotan keras itu datang dari Ketua OKK KNPI Kepulauan Sula, Iwan Wambes, yang menilai PANSUS sejauh ini terlihat tumpul, lamban, dan tidak memiliki daya tekan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Diam terhadap korupsi adalah bentuk lain dari ikut serta dalam kejahatan. Negeri ini tidak kekurangan anggaran, yang kurang hanya hati nurani orang baik,” tegas Iwan, Minggu (19/04/2026).
Sejak PANSUS dibentuk pada 1 April 2026, hingga kini dokumen paling vital yakni Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dari 12 OPD belum juga diserahkan. Bagi KNPI, ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan bukti bahwa PANSUS tidak dihormati dan DPRD kehilangan wibawa di hadapan eksekutif.
“Sudah 20 hari berjalan, tapi DPA belum juga diserahkan. Ini bukti PANSUS tak bertaji. OPD terkesan cuek, seolah DPRD tidak punya kuasa apa-apa,” kata Iwan.
Ia menegaskan, DPA merupakan nyawa pengawasan anggaran. Tanpa dokumen itu, PANSUS tidak punya dasar untuk membongkar apakah belanja APBD 2025 benar-benar sesuai kebutuhan rakyat atau hanya menjadi arena permainan elite.
“Bagaimana PANSUS mau evaluasi LKPJ kalau data pembandingnya saja tidak ada? Ini konyol. Kalau begini, PANSUS hanya jadi panggung sandiwara,” sindirnya.
Iwan menyebut, dugaan korupsi di Kepulauan Sula bukan isu baru, bukan pula cerita tanpa dasar. Menurutnya, bukti-bukti sosial sudah nyata terlihat di lapangan pembangunan tak beres, proyek asal jadi, jalan cepat rusak, pelayanan publik tertinggal, hingga program bantuan yang sering tidak tepat sasaran.
“Kalau rakyat disuruh percaya laporan, lihat dulu kondisi daerah. Banyak program hanya bagus di kertas, tapi busuk di lapangan,” ujarnya
KNPI juga mengingatkan bahwa masa kerja PANSUS dibatasi hingga 5 Mei 2026, artinya hanya tersisa waktu singkat untuk membongkar persoalan besar dalam LKPJ.
Namun, yang terlihat justru PANSUS seperti berjalan tanpa arah dan tanpa keberanian, seolah sengaja bermain aman.
“Dengan waktu yang sempit ini, PANSUS harus lebih tajam. Jangan cuma memeriksa hal teknis yang tidak substansial,” tegasnya.
Iwan turut menyinggung pernyataan Ketua PANSUS LKPJ Bupati 2025, Julkifli Umagapi, yang sebelumnya mengklaim telah melayangkan surat permintaan DPA dan sudah menggelar RDP bersama 12 OPD.
Namun jika klaim itu tidak menghasilkan apa-apa, maka publik akan menilai DPRD hanya sedang membangun citra, bukan bekerja.
“Kalau pernyataan Ketua PANSUS tidak terbukti di lapangan, maka DPRD akan kehilangan legitimasi moral. Rakyat akan menilai ini hanya drama,” tegas Iwan.
Ia bahkan memperingatkan bahwa jika PANSUS gagal memaksa OPD membuka dokumen anggaran, masyarakat akan mencurigai adanya kompromi politik.
“Kalau DPA tidak juga keluar, masyarakat akan curiga PANSUS sudah main mata dengan pemerintah daerah,” katanya.
KNPI Kepulauan Sula secara tegas mendesak agar PANSUS DPRD tidak lagi bersembunyi di balik rapat-rapat seremonial. Jika OPD tetap menahan DPA, DPRD diminta mengambil langkah tegas, bahkan ekstrem.
“Panggil paksa pimpinan 12 OPD yang belum menyerahkan DPA. Jangan biarkan pembahasan LKPJ hanya jadi agenda seremonial tanpa substansi,” ujar Iwan.
Menurutnya, jika DPRD tidak mampu memaksa OPD menyerahkan dokumen anggaran, maka rakyat akan menyimpulkan PANSUS dibentuk bukan untuk membongkar kebusukan, melainkan untuk meredam kegaduhan.
“APBD itu uang rakyat. PANSUS DPRD adalah perwakilan rakyat. Jangan kecewakan kami,” tutupnya.
Di akhir pernyataannya, Iwan menyebut PANSUS DPRD Kepulauan Sula sedang diuji oleh sejarah. Jika mereka berani membuka data, menekan OPD, dan menyentuh aktor besar, maka DPRD akan dicatat sebagai lembaga penyelamat rakyat. Namun jika PANSUS berakhir tanpa hasil nyata, tanpa rekomendasi tegas, tanpa tindak lanjut hukum, maka rakyat akan sampai pada kesimpulan paling pahit Korupsi bukan hanya tumbuh di eksekutif, tetapi juga dipelihara oleh legislatif.
(Said Jumat)
Apbd 2025
DPRD Kepulauan Sula
Iwan Wambes
Kabupaten Kepulauan Sula
KNPI
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban
Maluku Utara
OPD
Panitia Khusus
PANSUS LKPJ 2025
Pengawasan Anggaran
Selanjutnya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
rullynovriyandi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
🌐
Jaringan Media INDOMETRO
Network Media Indometro Grup
25 MEDIA
IM
Indometro.net
Nasional
AKTIF
02
Indometro.id
Nasional
AKTIF
03
Indometro Law
Hukum
AKTIF
04
Grow Media Indonesia
Nasional
AKTIF
05
Jurnalisme
Nasional
AKTIF
06
Jejak Kriminal
Kriminal
AKTIF
07
Fakta62
Fakta
AKTIF
08
Ops Jurnal
Nasional
AKTIF
09
Raimas86
Nasional
AKTIF
10
Chans Media
Nasional
AKTIF
11
Peristiwa24
Peristiwa
AKTIF
12
Pena Medan
Nasional
AKTIF
13
Lintas Nusantara
Nasional
AKTIF
14
Lintas Peristiwa
Nasional
AKTIF
15
Liputan62
Nasional
AKTIF
16
Ungkap Fakta
Nasional
AKTIF
17
Harian62
Nasional
AKTIF
18
Pena Kita
Nasional
AKTIF
19
Sergap24
Nasional
AKTIF
20
Sergap86
Nasional
AKTIF
21
Investigasi
Nasional
AKTIF
22
Orbit News
Nasional
AKTIF
23
Mitra 24 Jam
Nasional
AKTIF
24
1 Detik
Nasional
AKTIF
25
Liga Peristiwa
Nasional
AKTIF
26
IDM News
Nasional
AKTIF
INDOMETRO Grup • Jaringan Media Indonesia
Akurat • Faktual • Realistis
Akurat • Faktual • Realistis
📰 KIRIM BERITA WARGA
Punya informasi atau kejadian menarik? Kirim ke Redaksi Fakta62.info
*Setiap informasi akan melalui proses verifikasi redaksi sebelum dipublikasikan.
🤖 F62 AI Assistant
Asisten Berita Fakta62.info
Asisten Berita Fakta62.info
Halo 👋
Saya Asisten Fakta62.info.
Silakan pilih layanan:
Saya Asisten Fakta62.info.
Silakan pilih layanan:
📰
LAYANAN FAKTA62.INFO
Temukan berbagai layanan media, publikasi, kemitraan dan kebutuhan digital Anda.
Powered by Fakta62.info
Berita Viral
-
KERINCI, Fakta62.info- Pengamat Politik dan Ilmu Pemerintahan dari Universitas Jambi, Citra Darminto, S.IP., M.MP. , menyoroti dinamika hu...
-
Katingan, Fakta62.info- Dewan Pengurus Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Kesetaraan Bersama LBH GKB Kabupaten Katingan menjatuhkan sanksi tegas ...
-
KERINCI, Fakta62.info- Aktivitas pengerjaan proyek pembangunan dan renovasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci di kawasan B...
-
TERNATE, Fakta62.info- Keluhan terhadap pelayanan publik kembali mencuat di Kota Ternate. Rifani Umar meminta Wali Kota Ternate ...



