Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Pemkab Kerinci Rombak Birokrasi Desa: Integrasikan Layanan Publik via Digitalisasi

Sandra Boy
Kamis, 23 April 2026
Last Updated 2026-04-23T09:21:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


 



KERINCI, FAKTA62.INFO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci mengambil langkah progresif dalam memangkas alur birokrasi yang selama ini dinilai lamban di tingkat desa. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkab Kerinci resmi meluncurkan inisiatif percepatan digitalisasi desa yang diresmikan melalui penandatanganan komitmen bersama di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (23/4/2026).



​Langkah ini merupakan upaya nyata Pemkab Kerinci untuk menjawab keluhan masyarakat mengenai lamanya durasi pengurusan dokumen administratif di tingkat desa. Dengan mengintegrasikan sistem digital ke pelosok, pemerintah daerah menargetkan transformasi layanan publik yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel.



​Bupati Kerinci, Monadi, menyatakan bahwa digitalisasi ini bukan sekadar peralihan teknologi, melainkan strategi utama untuk efisiensi birokrasi. Ia menekankan pentingnya meninggalkan pola kerja manual yang membebani warga.



​“Sosialisasi dan fondasi kebijakan sudah kami siapkan sejak 2025. Saat ini, fokus utama adalah eksekusi agar masyarakat dapat merasakan manfaat nyata berupa kemudahan akses layanan tanpa harus terhambat prosedur fisik yang berbelit,” ujar Monadi dalam keterangannya.



Fitur Utama dan Integrasi Sistem

Pilar utama dari program ini adalah sistem notifikasi otomatis berbasis WhatsApp (WA). Warga yang mengurus dokumen akan menerima pembaruan status permohonan secara real-time. Inovasi ini meminimalisir praktik "bola-pingpong" atau ketidakpastian status dokumen yang sering menjadi keluhan warga.



​Selain itu, Pemkab Kerinci melakukan sinkronisasi data desa dengan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Langkah ini diproyeksikan untuk menekan angka penumpukan arsip fisik di kantor desa, yang selama ini menjadi salah satu penyebab inefisiensi administrasi.



Dampak Ekonomi dan Masa Depan

Lebih dari sekadar urusan surat-menyurat, program ini dirancang sebagai katalisator ekonomi desa. Dengan dukungan akses internet yang lebih baik, pemerintah daerah mendorong desa-desa untuk mempromosikan produk pertanian, UMKM, dan potensi wisata lokal ke pasar nasional dan internasional.



​Bupati Monadi memberikan instruksi tegas kepada para Camat untuk aktif mengawal masa transisi ini di tingkat desa. Ia menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak digitalisasi.



​“Pemimpin yang relevan adalah yang mampu beradaptasi dengan teknologi. Digitalisasi adalah peluang besar bagi desa untuk melompat lebih maju,” tambah Monadi.



​Program ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam upaya mewujudkan smart village atau desa cerdas yang mampu berdaya saing di era keterbukaan informasi.



(S boy)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan