KERINCI, FAKTA62.INFO–
Di bawah naungan awan gelap yang menyelimuti langit Siulak dan di tengah guyuran hujan, semangat ribuan tunas kelapa tak surut sedikit pun. Bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Lubuk Nagodang, Bupati Kerinci, Monadi, secara resmi membuka Jambore Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kerinci Tahun 2026, Kamis (14/5/2026).
Meskipun cuaca tidak bersahabat, ribuan peserta dari berbagai pelosok kecamatan tetap berdiri tegap di tengah lapangan yang mulai basah, membuktikan bahwa ketangguhan karakter adalah fondasi utama gerakan kepanduan di Bumi Sakti Alam Kerinci.
Ketangguhan di Tengah Hujan: Sinergi Para Pemimpin
Di tengah rintik hujan, Bupati Monadi hadir didampingi oleh Wakil Bupati Kerinci, Murison, yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarcab Kerinci sekaligus Wakil Kamabicab. Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, Irwandri, beserta jajaran anggota legislatif lainnya, memberikan suntikan moral yang kuat bagi para peserta.
Turut hadir menyaksikan momen emosional ini, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Kerinci, jajaran Forkopimda dari TNI dan Polri, hingga jajaran tokoh masyarakat yang memadati area lapangan untuk memberikan dukungan penuh kepada putra-putri terbaik daerah.
Dalam amanatnya yang visioner, Bupati Monadi mengaitkan ketangguhan peserta menghadapi hujan dengan tantangan besar di masa depan. Ia menegaskan bahwa tantangan zaman saat ini bukan lagi sekadar cuaca ekstrem, melainkan derasnya arus disrupsi digital yang berpotensi mengikis moral bangsa.
"Hari ini kita diuji oleh hujan, dan kalian tetap berdiri tegap. Inilah mentalitas yang kita butuhkan. Di era sekarang, Pramuka Kerinci harus menjadi 'imun' atau pelindung yang kuat di tengah gempuran disrupsi digital. Teknologi adalah alat, tapi karakter adalah kendalinya," tegas Monadi dengan suara lantang yang memecah kesunyian lapangan.
Beliau menekankan bahwa nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma adalah pedoman paling relevan untuk menyaring pengaruh negatif seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga hoaks yang dapat merusak persatuan bangsa.
"Kita butuh generasi yang cerdas menggunakan gadget, tapi tetap memiliki integritas, disiplin, dan kepedulian sosial. Jika imun karakter kalian kuat, setajam apa pun perubahan zaman, kalian akan tetap berdiri tegak seperti hari ini," tambah Bupati penuh bangga.
Melihat antusiasme peserta yang tetap bertahan di tengah cuaca dingin, Monadi memberikan motivasi agar para pemuda Kerinci tidak pernah membatasi impian mereka hanya karena batasan geografis.
"Jangan pernah merasa kecil untuk bermimpi besar. Kesuksesan tidak ditentukan oleh seberapa cerah cuaca hari ini, melainkan seberapa kuat kemauan kalian untuk belajar dan bekerja keras. Saya yakin, dari lapangan yang basah ini, akan lahir pemimpin-pemimpin hebat yang membawa nama harum Kerinci ke tingkat nasional," ucapnya yang disambut riuh tepuk pramuka.
Prosesi pembukaan ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Bupati Kerinci. Suasana tetap khidmat saat lagu Mars Kwarcab Kerinci dan Hymne Satya Dharma berkumandang di tengah gerimis, menciptakan ikatan emosional yang kuat bagi seluruh hadirin.
Kesuksesan acara di tengah tantangan alam ini tidak lepas dari koordinasi tim pelatih dan pembina profesional, di antaranya Novita Weni, Epi Suryadi, Miftizal, Andre Toni, Drs. Herman, Zeif Fahmi, hingga Bustian S.Pd.I M.A, yang memastikan setiap rangkaian kegiatan memiliki bobot edukasi tinggi.
Di akhir sambutannya, Monadi mengajak seluruh peserta untuk menjadikan hujan hari ini sebagai simbol keberkahan dan penyemangat dalam menempa diri menjadi pemimpin masa depan.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, teruslah menjadi tunas bangsa yang menjaga persatuan dan menjadi cahaya bagi lingkungan sekitar," pungkasnya.
Penulis/Editor: Sandra Boy
Lokasi: Desa Lubuk Nagodang, Kabupaten Kerinci.








