OKU Selatan.fakta62– Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2024-2025 di SMAN 1 simpang martapura.kec simpang Kabupaten OKU Selatan, diduga tidak sepenuhnya terealisasi sesuai peruntukannya. Dugaan tersebut muncul terkait pengalokasian anggaran untuk sarana dan prasarana, serta pengembangan perpustakaan dan layanan yang tidak sesuai
.
Sekolah ini menerima dana BOS tahun anggara 2024-2025 dengan anggaran begitu sebesar untuk membiayai berbagai kebutuhan sekolah tersebut. Berdasarkan data Dapodik, jumlah siswa terdaftar di sekolah ini sebanyak 721 murid. Namun, hasil investigasi tim media menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam realisasi penggunaan dana bos tersebut.
Pada tagal 29 april 2026, tim media mengunjungi sekolah tersebut dan mendapati kondisi pagar yang rusak
Selain itu, tim media juga menemukan plafon ruang kelas yang banyak mengalami kerusakan. Beberapa siswa mengeluh kan ada nya foto cofi buku ALKS di pungut biyaya 10ribu per orang.
Kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS di SMAN 1 simpang martapura . ini menjadi perhatian publik dan menjadi pengingat bagi pemerintah serta pihak terkait untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan dana di sekolah-sekolah.
Pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana BOS harus bertanggung jawab, memastikan bahwa setiap anggaran yang diterima digunakan sesuai dengan tujuan pendidikan. Penggunaan dana BOS yang sesuai aturan dan transparan, serta melibatkan seluruh pihak terkait dalam pengambilan keputusan, sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan di Indonesia.
Kami dari pihak media menegaskan pentingnya keterbukaan dalam laporan dana BOS dan hak setiap warga negara untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan. “Media memiliki hak dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya, dan untuk pemberitaan lanjutan, kami akan konfirmasi langsung ke Inspektorat dan Dinas Pendidikan peropensi Sumatra Selatan,”
Dengan pengawasan yang ketat dan transparansi dalam penggunaan dana BOS, diharapkan dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor pendidikan di Indonesi.(andi gunawan)







