Home
› 8 Miliar
› Dugaan Korupsi Honorarium Rohaniawan Rp4
› GMNI Maluku Utara Desak Kejati Percepat Kasus Dugaan Korupsi Kesra Tidore
› GMNI Minta Sekda Jadi Tersangka
› Kejati Malut Didesak Transparan Tangani Korupsi
GMNI Malut, Mendesak Kejati Malut Segera Tetapkan Sekda Tidore Terkait Kasus Korupsi Rp4,8 Miliar.
GMNI Malut, Mendesak Kejati Malut Segera Tetapkan Sekda Tidore Terkait Kasus Korupsi Rp4,8 Miliar.
Jumat, 01 Mei 2026
Last Updated
2026-05-02T04:08:21Z
Jumat, (1/5/2026) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara untuk segera mempercepat proses hukum dan menetapkan Sekretaris Daerah sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi realisasi belanja jasa kantor honorarium rohaniawan di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Tidore Kepulauan senilai Rp4,8 miliar.
Desakan tersebut disampaikan Ketua GMNI Maluku Utara, Arjun Ongga, di Ternate, yang menilai penanganan perkara oleh Kejati Maluku Utara terkesan lamban dan diduga terdapat upaya perlindungan terhadap pihak-pihak tertentu dalam kasus tersebut.
Menurut Arjun, sejak awal proses pemeriksaan, terdapat indikasi perlakuan khusus terhadap sejumlah pihak yang diperiksa.
Salah satu alasan yang digunakan, kata dia, adalah adanya pengembalian kerugian keuangan negara sebagai solusi penyelesaian perkara.
Padahal, lanjutnya, pengembalian kerugian negara tidak serta-merta menghapus tindak pidana korupsi. Hal itu telah diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, yang menegaskan bahwa pengembalian kerugian negara hanya dapat menjadi faktor yang meringankan hukuman, bukan menghapus perbuatan pidana.
Arjun menegaskan, jika penyidik memaksakan pendekatan tersebut, maka berpotensi membuat perkara dihentikan tanpa kejelasan hukum.
Karena itu, ia meminta Kejati Maluku Utara untuk bertindak tegas dan profesional dalam menangani kasus ini.
“Kejati Malut jangan hanya menyampaikan sedang menindaklanjuti tanpa memberikan kepastian hukum kepada pelapor maupun terlapor. Ini menyangkut uang negara, jangan ditunda-tunda,” tegas Arjun.
Ia juga meminta agar penyidik segera meningkatkan status perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan apabila telah ditemukan bukti permulaan yang cukup, guna menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.
Menurutnya, percepatan penanganan kasus ini penting untuk menghindari penilaian negatif masyarakat terhadap kinerja Kejati Maluku Utara. Selain itu, transparansi dalam proses hukum dinilai krusial agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.
Arjun turut mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak menerapkan standar ganda atau tebang pilih dalam penanganan perkara, terutama jika melibatkan pejabat tinggi daerah.
“Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya karena penanganan kasus ini terkesan jalan di tempat,” ujarnya.
Ia menambahkan, anggaran rohaniawan seharusnya diperuntukkan bagi pelayanan keagamaan, namun diduga tidak disalurkan sebagaimana mestinya.
Oleh karena itu kata dia, GMNI Maluku Utara meminta Kejati segera mengungkap kasus ini secara terang benderang.
Menurutnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang baru menjabat beberapa bulan ini harus segera mengimplementasikan Asta Cita Kejaksaan Agung dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya di Maluku Utara.
Ia menegaskan, jangan sampai ada upaya melindungi, apalagi menghapus perkara yang sedang berjalan, mengingat hingga kini hampir memasuki enam bulan belum terlihat adanya perkembangan signifikan dalam penanganan kasus tersebut.
“Ini menyangkut dana untuk pelayan keagamaan. Kejati harus serius dan membuka kasus ini secara jelas kepada publik,” pungkasnya.(*)
8 Miliar
Dugaan Korupsi Honorarium Rohaniawan Rp4
GMNI Maluku Utara Desak Kejati Percepat Kasus Dugaan Korupsi Kesra Tidore
GMNI Minta Sekda Jadi Tersangka
Kejati Malut Didesak Transparan Tangani Korupsi
Selanjutnya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
rullynovriyandi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
🌐
Jaringan Media INDOMETRO
Network Media Indometro Grup
25 MEDIA
IM
Indometro.net
Nasional
AKTIF
02
Indometro.id
Nasional
AKTIF
03
Indometro Law
Hukum
AKTIF
04
Grow Media Indonesia
Nasional
AKTIF
05
Jurnalisme
Nasional
AKTIF
06
Jejak Kriminal
Kriminal
AKTIF
07
Fakta62
Fakta
AKTIF
08
Ops Jurnal
Nasional
AKTIF
09
Raimas86
Nasional
AKTIF
10
Chans Media
Nasional
AKTIF
11
Peristiwa24
Peristiwa
AKTIF
12
Pena Medan
Nasional
AKTIF
13
Lintas Nusantara
Nasional
AKTIF
14
Lintas Peristiwa
Nasional
AKTIF
15
Liputan62
Nasional
AKTIF
16
Ungkap Fakta
Nasional
AKTIF
17
Harian62
Nasional
AKTIF
18
Pena Kita
Nasional
AKTIF
19
Sergap24
Nasional
AKTIF
20
Sergap86
Nasional
AKTIF
21
Investigasi
Nasional
AKTIF
22
Orbit News
Nasional
AKTIF
23
Mitra 24 Jam
Nasional
AKTIF
24
1 Detik
Nasional
AKTIF
25
Liga Peristiwa
Nasional
AKTIF
26
IDM News
Nasional
AKTIF
INDOMETRO Grup • Jaringan Media Indonesia
Akurat • Faktual • Realistis
Akurat • Faktual • Realistis
📰 KIRIM BERITA WARGA
Punya informasi atau kejadian menarik? Kirim ke Redaksi Fakta62.info
*Setiap informasi akan melalui proses verifikasi redaksi sebelum dipublikasikan.
🤖 F62 AI Assistant
Asisten Berita Fakta62.info
Asisten Berita Fakta62.info
Halo 👋
Saya Asisten Fakta62.info.
Silakan pilih layanan:
Saya Asisten Fakta62.info.
Silakan pilih layanan:
📰
LAYANAN FAKTA62.INFO
Temukan berbagai layanan media, publikasi, kemitraan dan kebutuhan digital Anda.
Powered by Fakta62.info
Berita Viral
-
Way Kanan, Fakta62.info- Jajaran Polres Way Kanan berhasil mengungkap kasus dugaan Tindak Pidana Narkotika di sebuah cafe remang-remang atau...
-
Way Kanan, Fakta62.info- Dalam rangka meningkatkan disiplin serta kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, Polres Way Kanan bersama jajara...
-
ROKAN HILIR, Fakta62.info- Unit Reskrim Polsek Kubu berhasil melakukan penangkapan sekaligus mengamankan empat orang tersangka d...
-
KERINCI, Fakta62.info- Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kerinc...



