Dengan penghasilan yang tidak menentu, Marthen tetap berkomitmen menyekolahkan keempat anaknya hingga jenjang pendidikan yang layak. Anak pertamanya, Intan Sembel (19), kini telah terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Terbuka Kota Manado. Sementara itu, anak keduanya, Juanli Sembel (18), saat ini duduk di kelas 12 SMK Negeri 1 Tareran.
Tak hanya itu, dua anak lainnya juga masih aktif mengenyam pendidikan, masing-masing di bangku SMP kelas 8 dan SD kelas 3. Semua ini menjadi bukti nyata dari kerja keras dan tekad kuat seorang ayah demi masa depan anak-anaknya.
Selama bertahun-tahun bekerja sebagai kuli bangunan, Marthen tidak hanya berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menabung sedikit demi sedikit demi pendidikan anak-anaknya. Hasil dari kerja keras tersebut kini mulai terlihat. Bahkan, saat ini ia sudah mampu membangun rumah permanen untuk keluarganya di Desa Tumaluntung.
Kisah Marthen Sembel menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan tekad yang kuat, setiap orang memiliki peluang untuk mengubah nasib dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga.
Semangat juang dan pengorbanannya menjadi contoh nyata bahwa pendidikan tetap bisa diraih meskipun berasal dari latar belakang sederhana.
(Redaksi)






