Makassar, Fakta62.info-
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi menjalankan program strategis bernama Proyek Multiyears, sebuah inisiatif prioritas yang digagas langsung atas arahan Gubernur Sulsel. Program ini difokuskan untuk memperbaiki sistem irigasi yang selama ini menjadi kendala utama para petani di berbagai daerah, 4 Mei 2026.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulsel, Muhlis ST, menjelaskan program ini menjadi solusi tepat mengingat adanya pembagian kewenangan pengelolaan infrastruktur antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
“Memang sudah ada instruksi langsung dari Bapak Gubernur untuk mewujudkan Proyek Multiyears ini. Tujuannya utama adalah mengatasi permasalahan pengairan yang kurang lancar. Selama ini karena ada pembagian tugas, ada hal-hal yang belum tercover dengan maksimal. Nah, lewat program ini kami harapkan semua kekurangan itu bisa teratasi,” terang Muhlis.
Proyek ini dibagi menjadi 4 paket pekerjaan besar yang tersebar di wilayah sentra pertanian, meliputi daerah Bone, Soppeng, Wajo, hingga menjangkau kawasan Luwu. Wilayah Luwu bahkan mendapatkan perhatian khusus sejalan dengan program pengembangan daerah yang juga menjadi perhatian utama Gubernur.
1. Paket 1: Wilayah Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai | Pagu Rp93,1 Miliar
2. Paket 2: Wilayah Bone, Soppeng, Wajo | Pagu Rp282,4 Miliar
3. Paket 3: Wilayah Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang | Pagu Rp167,3 Miliar
4. Paket 4: Wilayah Enrekang, Toraja Utara, Luwu Raya | Pagu Rp133,4 Miliar
Total keseluruhan anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp674 miliar. Selain perbaikan saluran irigasi, program ini juga mencakup pembangunan dan perbaikan jalan pendukung akses pertanian.
Rencana pelaksanaan ini sudah disampaikan ke DPRD Provinsi sejak tahun 2024 dan mendapat respon sangat positif. Pemerintah provinsi juga menetapkan standar ketat, di mana penyedia jasa yang dilibatkan wajib memiliki kualifikasi nasional dan pengalaman menangani proyek berskala besar.
“Kami tidak mau main-main. Penyedia harus terbukti mampu mengerjakan proyek besar, agar hasilnya berkualitas dan bisa dinikmati dalam jangka panjang. Target kami, seluruh rangkaian pekerjaan ini selesai sepenuhnya pada tahun 2027,” tegasnya.
Setelah rampung, diharapkan kebutuhan air untuk lahan persawahan dapat terpenuhi secara optimal. Dampak lanjutannya, produksi pertanian terutama padi diproyeksikan melonjak, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani. Bahkan, peningkatan hasil panen ini membuka peluang ekspor yang bisa menambah devisa negara.
“Kalau air lancar, panen pasti melimpah. Harapan kami, tidak hanya ekonomi petani yang naik, tapi hasil pertanian Sulsel juga bisa dikenal hingga pasar luar negeri dan berkontribusi bagi keuangan negara,” pungkas Muhlis.
Penulis"Kul indah





