Pemandangan memilukan kembali terlihat di jalanan Kota Rantauprapat. Seorang anak di bawah umur terpaksa harus meminta-minta demi sesuap nasi, padahal usianya seharusnya diisi dengan tawa, bermain, dan menuntut ilmu di bangku sekolah. Rabu 6 Mei 2026
Fenomena ini bukan hanya soal kemiskinan, tapi sebuah kegagalan perlindungan. Masyarakat geram melihat anak-anak kecil dipaksa atau dibiarkan mengemis, karena hal ini bukan solusi, melainkan cara merusak mental generasi muda.
Seorang warga NS (30) yang peduli dan menemukan anak tersebut menegaskan, membiarkan atau mengajari anak meminta-minta sejak dini adalah kesalahan fatal.
"Ini bukan cara mendidik. Mengajari anak mengemis sama saja menanamkan mental lemah dan mental pecundang sejak dini. Lihat saja wajahnya, terlihat begitu tertekan dan takut. Ini jelas salah, orang tua atau pihak yang memanfaatkan anak ini harus diberikan pelajaran tegas!" tegasnya.
Anak adalah aset bangsa, bukan alat untuk mencari nafkah. Membiarkan mereka berkeliaran di jalan sama saja membuang masa depan mereka ke tempat sampah.
Warga tak habis pikir, mengapa kasus seperti ini masih terus berulang dan marak di Rantauprapat. Padahal, penertiban dan pembinaan pengemis, terutama anak di bawah umur, adalah tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial.
Hingga hari ini, pengemis anak masih bebas berkeliaran. Ini menjadi bukti nyata bahwa upaya penanganan, pembinaan, dan pencegahan dinilai belum maksimal dan terkesan lambat.
"Ini tugas dan tanggung jawab Dinas Sosial! Jangan biarkan anak-anak ini jadi korban sistem. Kami melihat kinerjanya masih jauh dari harapan. Kalau dibiarkan terus, ini akan jadi budaya yang sulit diberantas. Kami minta bertindak nyata, bukan hanya janji!" seru warga.
Sebagai bentuk kepedulian nyata dan solusi yang lebih baik bagi sang anak, warga memberikan tawaran yang sangat manusiawi.
Jika orang tua atau wali mengaku tidak sanggup atau tidak mampu mengurus dan membiayai hidup anak ini dengan layak, maka pihak yang peduli bersedia menampung dan memasukkan anak tersebut ke Panti Asuhan yang terpercaya.
Di sana, anak akan mendapatkan:
✅ Pendidikan yang layak dan formal.
✅ Tempat tinggal yang aman dan nyaman.
✅ Hak bermain dan masa kecil yang bahagia.
✅ Terbebas dari tekanan dan bahaya jalanan.
*"Lebih baik anak diasuh dengan benar di panti daripada dibiarkan hancur masa depannya di jalanan," tambahnya.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata. Jangan biarkan Rantauprapat dikenal sebagai kota yang gagal melindungi anak-anaknya.
Sy





