Ternate, Fakta62.Info- | Sabtu (11/07/2026) –
Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengajak seluruh pengurus, anggota, masyarakat, serta Organisasi Kepemudaan (OKP) agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu terkait bahan bakar minyak (BBM) maupun isu sosial ekonomi lainnya yang berpotensi memecah persatuan.
Sekretaris EW-LMND Malut, Hardi Rasid, mengatakan bahwa di tengah dinamika berbagai isu yang berkembang saat ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan tidak terpancing oleh informasi yang belum tentu benar.
"Kami mengajak dan menghimbau kepada masyarakat, khususnya pengurus dan anggota LMND serta rekan-rekan OKP lainnya, agar tidak terpengaruh dengan isu-isu liar yang dapat memecah belah keutuhan dan persatuan kita semua," ujar Hardi dalam keterangan resmi yang diterima awak media, Sabtu (11/07/2026).
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar situasi di Maluku Utara tetap aman, damai, dan kondusif.
Senada dengan itu, mantan Ketua EW-LMND Malut, Evelin F. Pinoke, juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyikapi dinamika isu BBM maupun persoalan sosial lainnya.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana yang kondusif demi keutuhan dan persatuan masyarakat Maluku Utara.
Evelin juga menilai peran tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap berbagai isu, baik yang berskala nasional maupun daerah.
"Sinergi yang terjalin dengan baik menjadi kekuatan utama dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, kami berharap setiap isu yang berkembang disikapi secara bijak dan berdasarkan fakta yang benar," tegasnya.
EW-LMND Malut berharap seluruh elemen masyarakat terus mengedepankan persatuan, menjaga stabilitas keamanan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi sehingga situasi di Maluku Utara tetap aman, damai, dan kondusif.
(Said Pers)





