Jakarta, Fakta62.Info-
Front Mahasiswa Halmahera Selatan (FORMAHSEL) Jakarta menggelar seruan aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026, di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jakarta Selatan. Aksi tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi terkait proyek pembangunan Jembatan Ake Busale ruas Saketa–Dehepodo di Kabupaten Halmahera Selatan.
Berdasarkan poster resmi yang beredar, FORMAHSEL mendesak KPK untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan jembatan yang disebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 senilai sekitar Rp3,3 miliar. Massa aksi juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan monopoli proyek serta memeriksa pihak-pihak yang disebut dalam tuntutan aksi.
Selain itu, poster tersebut memuat tuntutan agar KPK memeriksa penggunaan anggaran proyek, meminta keterangan dari kontraktor yang disebut dalam poster, serta mengusut dugaan proyek yang diklaim mengalami kendala pelaksanaan.
Koordinator lapangan yang tercantum dalam poster adalah Alfian Sangaji, dengan aksi dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB di depan Gedung KPK RI, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Dinas PUPR Maluku Utara, kontraktor yang disebut dalam poster, maupun KPK terkait substansi tuntutan yang disampaikan. Seluruh isi tuntutan dalam poster merupakan klaim dari penyelenggara aksi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Fakta62-Info berkomitmen menjunjung tinggi prinsip pemberitaan yang berimbang serta membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini
(Said Pers)





