Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


 

1.000 Lilin Menyala di Medan, Keluarga Winda Gowasa Desak Kapolda Sumut Buka Tabir Kematian

Said Pers
Sabtu, 29 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-29T10:42:32Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN BUAT WEBSITE BERITA MURAH??


MEDAN, FAKTA62.INFO — Lautan lilin menerangi kawasan Jalan Lapangan Merdeka, Kota Medan, Jumat (28/8/2026) malam. Puluhan orang berkumpul dalam aksi damai 1.000 lilin untuk mengenang almarhumah Winda Lorenza Gowasa sekaligus menyuarakan desakan agar kematiannya diusut secara transparan.

Di tengah cahaya lilin dan hamparan mawar putih, Yestin Laia, ibu Winda, duduk di atas kursi roda sambil memeluk harapan agar kematian putrinya dapat terungkap secara terang.

Air mata Yestin terus mengalir ketika memandangi foto Winda. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan keyakinan keluarga bahwa putrinya bukan meninggal karena bunuh diri sebagaimana narasi yang menurut keluarga selama ini disampaikan dalam penanganan perkara.

“Ya Tuhan, tunjukkan kerajaan-Mu kepada kami. Semoga hati bapak-bapak itu terbuka, karena kami yakin anak kami bukan bunuh diri,” ucap Yestin di hadapan massa.

Aksi dimulai sekitar pukul 18.00 WIB. Selepas Magrib, peserta menyalakan lilin sembari berdoa. Suasana berlangsung khidmat dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Hubungan Masa Lalu Kembali Disorot

Dalam kesempatan tersebut, Yestin kembali menceritakan hubungan putrinya dengan mantan suaminya, Brigadir Imansyah Harefa.

Keduanya diketahui telah resmi bercerai pada 2021. Namun, menurut Yestin, hubungan keduanya kembali terjalin sebelum Winda meninggal dunia.

Yestin mengungkapkan, pada Juli lalu Winda yang berada di Jakarta dijemput oleh orang tua Brigadir Imansyah. Dalam pertemuan tersebut, menurut pengakuan Yestin, Brigadir Imansyah menyampaikan niat untuk bertaubat dan kembali membangun rumah tangga demi anak-anak mereka.

“Saya juga bertemu dengan Brigadir IH, dia bilang sudah bertaubat dan mengatakan demi anak-anak,” ujar Yestin.

Menurut keluarga, Winda kemudian tinggal serumah dengan Brigadir Imansyah selama sekitar dua bulan sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang dipertanyakan keluarga dan mendorong mereka meminta proses hukum dilakukan secara terbuka.

Kuasa Hukum: Hanya Tiga Tuntutan

Tim kuasa hukum keluarga Winda Lorenza Gowasa turut hadir dalam aksi tersebut.

Tim hukum yang dipimpin Paul Junisu Jethro Tambunan, SH., MH, bersama Utreck Richardo Siringoringo, SH., MH, Marudut Hasiholan Gultom, SH., MH, Daniel Steven Sihotang, SH., Marthin Van Hof Manurung, SH., Farasian Marbun, SH., Yetti Q H Simamora, SH., MH, dan Rizon Polmar Simanjuntak, SH., kembali menegaskan tiga tuntutan utama keluarga.

Pertama, meminta agar ekshumasi terhadap jenazah Winda segera dilakukan secara independen.

Kedua, meminta proses penyidikan perkara diambil alih oleh Polda Sumatera Utara.

Ketiga, meminta transparansi penuh dalam penanganan perkara.

Paul Junisu Jethro Tambunan menegaskan, ekshumasi dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang masih menggantung di tengah keluarga.

“Kalau tidak ada yang ditutup-tutupi dan janggal, pasti Kapolda Sumut, Dirreskrimum serta Kapolrestabes akan responsif untuk segera melaksanakan ekshumasi, agar kasus ini terang benderang sehingga kejanggalan-kejanggalan yang dirasakan keluarga dapat terungkap,” tegas Paul.

Bagi keluarga, aksi 1.000 lilin bukan sekadar ritual mengenang Winda. Nyala lilin tersebut menjadi simbol perjuangan agar proses hukum berjalan transparan dan seluruh pertanyaan mengenai kematian Winda mendapatkan jawaban.

Keluarga berharap Polda Sumut dapat merespons tuntutan tersebut dan memberikan kepastian hukum atas perkara yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga.

Editor: Said Pers
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan