![]() |
Fakta62.info/foto/ilustrasi |
Kegiatan Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) dengan menggunakan alat berat (exavator) sudah pasti membutuhkan Bahan Bakar Minyak, sudah barang tentu alat berat exavator menggunakan BBM jenis solar, seperti yang terjadi di wilayah gampong Pulo Tengoh kecamatan Seunagan Timur Nagan Raya.
Sebelumnya dikabarkan didaerah tersebut ada sekitar 19 unit lebih alat berat jenis exavator yang melakukan aktifitas dan kegiatan PETI, menurut sumber media ini.
Bila kita hitung kebutuhan BBM untuk operasional alat berat setiap unitnya dalam sehari melakukan aktifitas rata rata 8- 12 jam dalam satu unit alat berat diperkirakan membutuh kan BBM sebanyak 400 liter lebih, dan bila dikalikan 19 unit alat berat yang melakukan aktifitas terkait dengan PETI di Pulo Tengoh, 400 liter dikali 19 unit alat berat itu total BBM yang dibutuhkan dalam sehari sekitar 7.600 liter.
Sebagai referensi rata rata :
• Excavator Kelas Menengah (Contoh Komatsu PC200 / Cat 320): Sekitar 13 – 22 liter per jam.
• Excavator Besar (20 – 40 ton / PC 300, PC 400): Sekitar 28 – 38 liter per jam (atau lebih dari 20–40 liter/jam).
• Kondisi Idle (Mesin menyala tapi tidak bekerja): Sekitar 4 liter per jam.
Lalu yang menjadi pertanyaan publik adalah,"Siapa pemasok BBM/jenis solar sebanyak itu untuk operasional alat berat dalam melaksanakan aktifitas PETI daerah tersebut."tanya sumber.
Apakah masyarakat biasa ada yang berani bermain atau oknum tertentu, ini adalah sebagai PR bagi APH dan para pihak terkait untuk menindak lanjuti nya. Dan siapa kah sebenarnya dibalik layar dalam aktifitas PETI di wilayah itu hingga aman dan lancar, apakah ada "SANGER" alias Saling pengertian antara oknum tertentu. atau adanya Koordinasi yang baik.?.(*)






