Palu, Fakta62.info-
Kepala SDN Tatanga, Hj. Andi Hikmawati, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan kondisi memprihatinkan sekolah saat pertama kali dirinya dilantik dan mulai bertugas pada 5 April 2022. Ia menuturkan bahwa saat awal memasuki lingkungan sekolah, SDN Tatanga terlihat seperti sekolah yg dalam keadaan tidak baik baik saja, (20/1/2926).
“Pagar sekolah tertutup belukar, rumput menjalar tinggi seperti hutan, lingkungan tampak kumuh, dan bendera merah putih tidak pernah dikibarkan selama kurang lebih tiga tahun,” ujarnya.Ia juga mengaku tidak menemukan administrasi guru di sekolah, seperti absensi siswa, absensi guru, maupun administrasi pembelajaran lainnya. Ruang-ruang kelas tampak tidak mencerminkan suasana belajar yang aktif. Dari sisi tenaga pendidik, mayoritas guru saat itu berstatus honorer, dengan hanya sekitar lima orang guru PNS. Bahkan, beberapa tenaga honorer tidak memiliki kualifikasi pendidikan keguruan, termasuk ada yang hanya lulusan SMA.
Dalam penelusuran data Dapodik, pihak sekolah menemukan sejumlah kejanggalan. Beberapa nama tercatat namun tidak pernah berada di sekolah. Setelah dilakukan klarifikasi, diketahui ada yang tersangkut kasus hukum dan ada pula yang sudah bertugas di instansi lain.
“Kami berupaya menertibkan semuanya sesuai aturan. Tujuannya bukan kepentingan pribadi, tetapi agar sekolah diisi oleh guru-guru yang kompeten sehingga anak-anak mendapatkan pendampingan pendidikan yang layak,” jelasnya Selain itu, pihak sekolah bersama masyarakat melakukan pendekatan edukatif kepada guru honorer yang tidak aktif agar mencari pekerjaan lain. Dengan dukungan warga sekitar, perlahan kondisi SDN Tatanga mulai dibenahi.
Bersambung .
Jurnalist",(Kul indah)





