Palu, Fakta62.info-
Pemerintah Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, terus melakukan pembangunan secara bertahap dengan mengedepankan partisipasi masyarakat. Meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan, lurah menegaskan komitmennya untuk tetap mengelola pembangunan secara transparan dan tepat sasaran, (20/1/2026).
Lurah Tavanjuka Putra M.Airlangga menjelaskan bahwa pembangunan yang dikelola pihak kelurahan bersifat terbatas. Anggaran yang digunakan relatif kecil, berkisar antara Rp 80 juta selebihnya drainase hingga terutama untuk perbaikan infrastruktur yang kondisinya sudah cukup rapuh.
“ kita lakukan penyesuaian, misalnya bangunan yang terlalu tinggi kita buat lebih rendah agar aman dan tetap bisa dimanfaatkan, apalagi oleh orang tua dan lembaga adat,” ujarnya.
Proses pembangunan yang dilakukan pun tidak memakan waktu lama, rata-rata kurang dari tiga bulan. Dari total anggaran, sekitar Rp 80 juta digunakan untuk pekerjaan utama, sementara sisanya dimanfaatkan secara bertahap, termasuk pengadaan fasilitas penunjang seperti pemasangan AC. Tenaga kerja yang dilibatkan berasal dari masyarakat setempat, termasuk kelompok pemuda dan siswa SMA yang tergabung dalam KSM. Dalam pengelolaan bantuan sosial, lurah menegaskan dirinya tidak memegang uang bantuan secara langsung. Penyaluran dilakukan sesuai data resmi dari instansi terkait, seperti Bulog untuk bantuan beras.
“Kami tidak berani mengganti nama penerima. Semua sesuai data yang diberikan. Bahkan sering ada warga yang merasa sudah mampu, lalu secara sukarela menyerahkan bantuannya kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” jelasnya.
Saat ini jumlah penerima bantuan di Kelurahan Tavanjuka diperkirakan sekitar 170 orang. Jumlah tersebut dinilai wajar mengingat jumlah penduduk kelurahan yang hanya sekitar 5.000 jiwa dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, mulai dari karyawan swasta, pegawai negeri, hingga pekerja informal.
Terkait peningkatan ekonomi masyarakat, lurah menekankan pentingnya kreativitas dan kolaborasi. Ia berharap ada dukungan dan rekomendasi dari pemerintah terkait jenis pekerjaan yang potensial dikembangkan oleh warga.
“Di sini pelaku seni itu banyak. Ke depan kami ingin fokus membangun kelurahan tematik berbasis seni, dengan pergelaran seni sebagai penggeraknya. Tapi ini butuh perencanaan matang, energi, dan keterlibatan masyarakat, karena pemerintah hanya sebagai fasilitator,” katanya.
Selama lebih dari dua tahun memimpin, lurah mengaku lebih banyak fokus pada renovasi dan perbaikan infrastruktur dasar, terutama jalan dan sistem aliran air. Beberapa titik rawan genangan kini sudah mulai teratasi meski dengan anggaran terbatas.
Untuk mitigasi bencana, Kelurahan Tavanjuka telah menetapkan jalur evakuasi gempa dan mendapat dukungan dari mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Datokarama Palu yang membantu pembuatan rambu-rambu evakuasi. Sementara itu, untuk potensi banjir, lurah menilai daya resap tanah masih cukup baik.
“Semoga ke depan tidak ada banjir besar. Yang penting kita sudah berupaya dan bersiap,” ujarnya. Menutup pernyataannya, lurah menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pemerintah di tengah percepatan ekonomi saat ini.
“Kita harus lebih kreatif. Pemerintah tidak boleh merasa seperti raja yang mendikte. Kita bertemu di tengah, pemerintah dan masyarakat sama-sama berpikir dan bekerja. Itu prinsip saya selama ini,” pungkasnya.
(Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah)
Jurnalist",(Kul indah)





