Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Ribuan Massa Padati Kenduri Sko Kerinci, Al Haris Tegaskan Adat Sebagai Pondasi Moral

Sandra Boy
Sabtu, 24 Januari 2026
Last Updated 2026-01-24T09:41:20Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


 



KERINCI, FAKTA62.INFO – Ribuan massa memadati Lapangan Bola Kaki Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, pada Sabtu (24/1/2026). Kehadiran ribuan warga ini guna mengikuti tradisi sakral Kenduri Sko dan Manggien Ninik Mamak Luhah Depati Intan, sebuah perhelatan akbar di daerah yang dijuluki sebagai “Sekepal Tanah Surga”.


​Acara ini menjadi panggung sinergi kepemimpinan daerah dengan kehadiran Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, serta Ketua DPRD Kabupaten Kerinci. Turut hadir memberikan dukungan lintas wilayah, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, bersama unsur Forkopimda yang meliputi Kapolres Kerinci dan Dandim 0417/Kerinci.


​Kekuatan struktural adat Kerinci tampak nyata dengan hadirnya barisan Tokoh Adat, Alim Ulama, Cerdik Pandai, hingga Suluh Bindang Nan Terang (tokoh pemberi arahan). Prosesi diawali dengan penjemputan tamu kehormatan di Rumah Gedang, diikuti atraksi Tari Sekapur Sirih dan Pencak Silat yang memukau ribuan pasang mata.


​Dalam pidato utamanya, Gubernur Jambi Al Haris menekankan bahwa kearifan lokal di Kerinci merupakan modal sosial yang luar biasa bagi Provinsi Jambi. Ia menegaskan bahwa filosofi “Adat bersendi Syara’, Syara’ bersendi Kitabullah” harus menjadi kompas moral dalam tata kelola kemasyarakatan.


​“Di 'Sekepal Tanah Surga' ini, adat bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan. Lembaga adat memiliki peran strategis dalam mendukung sistem hukum nasional melalui pendekatan Restorative Justice (Keadilan Restoratif),” tegas Al Haris di hadapan ribuan massa yang hadir.


​Gubernur menjelaskan bahwa penyelesaian konflik melalui musyawarah adat di tingkat bawah adalah kunci stabilitas. “Persoalan masyarakat idealnya diselesaikan oleh pemangku adat sebelum masuk ke ranah hukum formal. Jika adat tegak, maka harmoni sosial akan terjaga tanpa perlu melalui proses peradilan yang panjang,” imbuhnya.


​Senada dengan hal tersebut, Bupati Kerinci Monadi dalam sambutannya menyatakan bahwa dukungan dari legislatif melalui Ketua DPRD dan kerja sama dengan Wali Kota Sungai Penuh menunjukkan bahwa pelestarian adat adalah tanggung jawab kolektif.



​“Kenduri Sko adalah simbol persatuan. Adat bukan penghambat kemajuan, melainkan pondasi moral yang memberi arah bagi pembangunan daerah yang bermarwah,” ujar Monadi.


​Acara sakral ini ditutup dengan prosesi Parno Adat dan Kenduri Bersama, di mana para pemimpin daerah duduk setara di atas seprah bersama masyarakat. Momentum ini menegaskan posisi Kerinci sebagai daerah yang beradat, bermartabat, dan berkarakter di tingkat nasional.


(S boy)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan