Parepare, Fakta62.info-
UPT SD Negeri 80 Parepare mulai menerapkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) usai mengikuti pelatihan resmi dari Kementerian Pendidikan. Pelatihan tersebut diikuti langsung oleh kepala sekolah bersama dua orang guru dan berlangsung selama tiga bulan dengan pendanaan melalui BOS Kinerja.
Kepala UPT SDN 80 Parepare, Abd. Kasim, S.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni pertemuan tatap muka (on) dan kegiatan praktik yang dilaksanakan langsung di sekolah (off).
“Ini masih hal baru bagi kami, jadi tentu masih dalam tahap belajar dan menyesuaikan. Namun pelan-pelan kami terapkan sesuai modul dan arahan yang kami terima selama pelatihan,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Selain itu, sekolah juga telah memanfaatkan bantuan media digital interaktif yang diberikan pemerintah. Media tersebut digunakan dalam proses pembelajaran di kelas dan mendapat respons positif dari para siswa.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar melalui game pembelajaran, bukan sekadar bermain biasa. Pemerintah juga sudah menyiapkan berbagai platform pembelajaran, termasuk Ruang Murid, yang memuat materi dari kelas 1 sampai kelas 6,” jelasnya.
Dalam penerapan pembelajaran terbaru, SDN 80 Parepare juga menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan Nomor 4, salah satunya dengan mengganti kegiatan janji siswa menjadi pembacaan ilustrasi serta menyanyikan lagu wajib sebagai bagian dari penguatan karakter. Abd. Kasim menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini, terutama terkait posisi guru dalam.
mendisiplinkan siswa. Menurutnya, guru kini berada pada situasi yang cukup dilematis.
“Guru ingin tegas demi pendidikan karakter, tapi di sisi lain ada kekhawatiran. Padahal sudah ada kesepahaman antara Kapolri dan Menteri Pendidikan terkait perlindungan guru saat menjalankan tugas,” katanya.
Ia juga menyinggung persoalan pemerataan guru, khususnya dampak dari pengangkatan PPPK dalam jumlah besar yang belum sepenuhnya diimbangi dengan penempatan yang tepat.
“Di Parepare ada penambahan PPPK cukup banyak, sementara di sekolah masih ada guru yang tidak memenuhi 24 jam mengajar sebagai syarat sertifikasi. Ini yang perlu segera diselesaikan melalui pendataan dan pemerataan oleh Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Saat ini, SDN 80 Parepare memiliki 10 guru kelas termasuk kepala sekolah, namun masih kekurangan guru Pendidikan Jasmani dan guru Bahasa Inggris. Sementara untuk guru agama tersedia satu orang.
Terkait sarana prasarana, Abd. Kasim mengungkapkan bahwa sekolah tengah menjalankan proyek rehabilitasi empat unit WC yang bersumber dari anggaran tahun 2025 dan masih dalam proses pengerjaan.
“Untuk gedung sekolah, kami masih menunggu kepastian. Tim dari Dinas Pendidikan dan PU sudah melakukan peninjauan. Mudah-mudahan ke depan ada tindak lanjut,” pungkasnya.
Jurnalist",(Kul indah)





