Parepare, Fakta62.info-
Syahbandar Parepare memastikan seluruh kapal yang beroperasi dan melakukan keberangkatan di wilayah Pelabuhan Parepare telah melalui pemeriksaan kelayakan dan keselamatan sesuai prosedur yang berlaku.
Humas Syahbandar Parepare, Eko Parayetno, menjelaskan bahwa sebelum kapal diberangkatkan, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal, termasuk aspek keselamatan dan kelengkapan administrasi.
“Semua kapal yang akan berangkat dipastikan dalam kondisi layak, baik dari segi teknis maupun keselamatannya. Setelah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat, barulah diberikan izin berlayar,” ujarnya, Selasa (14/1/2026).
Selain pemeriksaan kapal, Syahbandar juga selalu memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG. Menurut Eko, apabila terdapat peringatan cuaca buruk, maka keberangkatan kapal akan ditunda sementara hingga kondisi cuaca dinyatakan aman.
“Kalau BMKG menyampaikan ada cuaca ekstrem, kapal tidak diberangkatkan. Keberangkatan baru dilakukan setelah cuaca membaik demi keselamatan penumpang dan awak kapal,” tegasnya.
Terkait pelayanan administrasi, Eko menyebutkan bahwa saat ini seluruh proses permohonan keberangkatan kapal telah berbasis digital. Sistem manual hanya digunakan dalam kondisi tertentu, seperti gangguan jaringan atau BTS.
“Selama ini pelayanan dilakukan melalui aplikasi, hampir tidak pernah manual. Kalau pun sistem sempat terganggu, biasanya hanya beberapa menit dan tidak menghambat keberangkatan kapal,” jelasnya.
Di Pelabuhan Parepare sendiri tercatat sekitar 15 kapal aktif yang rutin beroperasi, mayoritas melayani rute menuju wilayah Kalimantan. Jumlah kapal tersebut relatif stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan.
Pelabuhan Parepare memiliki beberapa terminal, di antaranya Terminal Nusantara, yang difungsikan sesuai peruntukannya, baik untuk penumpang maupun bongkar muat barang. Seluruh terminal dilengkapi petugas pengawasan, terutama saat proses keberangkatan kapal.
Menghadapi momentum tertentu seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) maupun Lebaran, Syahbandar memastikan kesiapan pelayanan dan pengawasan tetap optimal. Namun di luar periode tersebut, aktivitas pelayaran berjalan normal dengan pola keberangkatan rutin setiap minggu.
“Untuk kapal jenis KLM juga jumlahnya tidak banyak, hanya satu unit, sehingga aktivitas pelayaran masih terkendali,” tutup Eko.
Reporter",(Kul indah)





