Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Edi Suprianto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif seluruh pengurus dan anggota Karang Taruna di wilayah tersebut.
"Kalian adalah motor penggerak kesejahteraan sosial di tingkat kampung dan kecamatan. Karang Taruna bukan sekadar organisasi, melainkan wadah pencetak pemimpin masa depan Bumi Ramik Ragom yang kita cintai ini," ujar Edi Suprianto.
Lebih lanjut, Kadis Sosial menekankan bahwa Temu Karya ini merupakan momentum strategis yang melampaui sekadar pergantian kepengurusan. Ia berharap ajang ini menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana program kerja organisasi telah menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
"Lakukanlah proyeksi dan konsolidasi. Rumuskan gagasan kreatif yang relevan dengan tantangan zaman digital, serta pererat soliditas antar-kader dari seluruh penjuru Way Kanan," tambahnya.
Menjelang pemilihan ketua baru, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menitipkan tiga poin utama bagi siapa pun yang nantinya terpilih menjadi nakhoda Karang Taruna:
Sinergi Pemerintah: Menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengentaskan masalah sosial, menekan angka pengangguran, serta membina UMKM pemuda.
Inovasi Digital: Tidak terjebak pada rutinitas dan berani menciptakan terobosan baru, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk memajukan potensi desa.
Netralitas dan Soliditas: Menjaga marwah organisasi sebagai perekat sosial dan pemersatu bangsa.
Acara secara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah, menandai dimulainya rangkaian Temu Karya VI Karang Taruna Kabupaten Way Kanan.
"Selamat ber-Temu Karya. Semoga menghasilkan keputusan-keputusan terbaik demi kemajuan pemuda dan masyarakat Kabupaten Way Kanan," pungkasnya.
Hadir dalam acara tersebut perwakilan Karang Taruna Provinsi Lampung, Ketua dan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Way Kanan, serta para Ketua Karang Taruna dari tingkat kecamatan se-Kabupaten Way Kanan.






