KERINCI, FAKTA62.INFO – Di tengah upaya nasional mengejar target penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Kerinci meluncurkan model intervensi unik berbasis filantropi birokrasi. Melalui program SECANTING (Senin Cegah Stunting), ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kerinci menyisihkan donasi harian untuk dikonversi menjadi asupan gizi bagi keluarga rentan.
Aksi nyata ini kembali terlihat saat Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci, Novra Wenti Monadi, memimpin langsung pendistribusian bantuan di Desa Sungai Pegeh dan Desa Koto Tengah, Kecamatan Siulak, Senin (12/3/2026). Program ini menjadi sorotan karena tidak bergantung sepenuhnya pada APBD, melainkan pada solidaritas kolektif pegawai pemerintah.
“Kami membangun sistem di mana setiap hari Senin, para ASN menyumbangkan satu butir telur, secanting beras, dan uang Rp2.000. Jika dilakukan konsisten oleh ribuan orang, ini menjadi kekuatan logistik yang luar biasa untuk mengintervensi gizi anak-anak kita,” ujar Novra Wenti Monadi saat menyerahkan bantuan di lokasi.
Di dua desa tersebut, bantuan berupa paket sembako, telur sebagai sumber protein hewani, dan dana tunai diberikan langsung kepada keluarga sasaran. Fokus utama gerakan ini adalah memastikan intervensi gizi tepat sasaran pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Program SECANTING dipandang sebagai terobosan karena mampu memangkas alur birokrasi yang kaku dalam penyaluran bantuan darurat gizi. Novra Wenti menegaskan bahwa TP PKK akan terus menjadi motor penggerak di lapangan guna memastikan Kabupaten Kerinci mencapai zero stunting dan melahirkan generasi yang kompetitif.
Inisiatif ini kini menjadi perbincangan sebagai salah satu best practice penanganan stunting di tingkat regional yang layak diadaptasi secara lebih luas, karena menggabungkan kebijakan pemerintah dengan kearifan lokal gotong royong.
(S boy)








