Pawai yang diselenggarakan oleh Komisi Pelayanan Anak (KPA) Wilayah Mapanget Satu ini menampilkan berbagai kreativitas iman anak-anak, mulai dari yel-yel rohani, kostum Alkitabiah, hingga drama singkat yang menggambarkan kisah Paskah.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Wilayah Tareran Satu. Dengan totalitas yang tinggi, mereka menampilkan drama tentang kisah penyaliban Yesus Kristus secara mendalam dan penuh penghayatan, lengkap dengan kostum serta alur cerita yang tersusun rapi.
Ketua Komisi Pelayanan Anak (KPA) Sinode GMIM, Pnt. Michael O. Mait, S.Kom, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.
“Semuanya tampil baik, tapi Wilayah Tareran Satu paling mencuri perhatian saya,” ungkap Mait.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga sarana pembinaan iman bagi anak-anak sejak dini agar semakin mengenal makna pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus.
Antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi. Ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan jalannya pawai yang berlangsung tertib, aman, dan penuh sukacita.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai iman Kristen dapat terus ditanamkan kepada generasi muda GMIM, sekaligus mempererat kebersamaan antar wilayah pelayanan di lingkungan Sinode GMIM.
(BT)






