PANGKAJENE--Fakfa 62 – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus berupaya melakukan pembenahan layanan di tengah kondisi keuangan yang sedang mengalami tekanan.
Direktur PDAM Pangkep, Ir. Akbar, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya menghadapi ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Beban operasional yang tinggi, terutama untuk perbaikan jaringan pipa yang kerap mengalami kebocoran, menjadi salah satu penyebab utama.
“Pendapatan tidak seimbang dengan pengeluaran karena banyaknya pembenahan jaringan pipa yang bocor. Ini memang butuh proses untuk bisa kembali normal,” ujarnya saat diwawancarai, awak media Selasa (22/04/2026).
Selain itu, PDAM juga dihadapkan pada persoalan tunggakan pelanggan yang telah berlangsung cukup lama. Data mencatat, tunggakan pembayaran rekening air bahkan sudah terjadi sejak tahun 2003.
Dari sekitar 17.000 pelanggan, sekitar 7.000 sambungan tercatat sudah tidak aktif akibat tunggakan. Sementara itu, dari hampir 10.000 pelanggan aktif yang tersisa, sebagian masih memiliki kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan.
Meski demikian, pihak PDAM memilih tidak menempuh langkah hukum secara tegas. Mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, pendekatan persuasif dinilai lebih efektif.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif. Kami juga memberikan kebijakan keringanan, sehingga pelanggan yang menunggak bisa mencicil sesuai kemampuan,” jelas Akbar.Ia berharap, melalui kebijakan tersebut, pelanggan dapat secara bertahap menyelesaikan tunggakan mereka. Dengan begitu, arus kas perusahaan dapat membaik dan pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa semakin optimal.
PDAM Pangkep menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sekaligus mencari solusi terbaik agar kondisi keuangan perusahaan dapat kembali sehat.
Penulis "(Kul indah)





