MUARA ENIM, Fakta62.Info-
Kepala Desa Ibul Kecamatan Belida Darat, Kabupaten Muara Enim, Mulyadi, mengimbau masyarakat untuk mengenali Hantavirus sejak dini agar dapat melakukan pencegahan dan penanganan lebih cepat. Imbauan tersebut disampaikan kepada Khususnya warga Desa Ibul, Senin 05 Mei 2026
Menurut Mulyadi, Hantavirus merupakan penyakit berbahaya yang ditularkan dari tikus ke manusia melalui kotoran, air kencing, maupun liur tikus. Penyakit ini dapat menyerang paru-paru dan berisiko fatal apabila terlambat ditangani.
“Masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya Hantavirus. Karena itu warga Desa Ibul harus mengetahui gejala dan cara penularannya agar tidak salah langkah dalam penanganan,” ujar Mulyadi.
Dalam sosialisasi tersebut, Mulyadi menjelaskan tiga hal penting yang harus diketahui masyarakat terkait Hantavirus.
Kenali Cara Penularannya
Hantavirus tidak menular dari manusia ke manusia, melainkan dari tikus ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui beberapa cara, di antaranya menghirup debu yang tercemar kotoran atau urine tikus kering saat membersihkan gudang atau rumah, menyentuh kotoran maupun bangkai tikus lalu menyentuh area wajah, mengonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi, hingga gigitan tikus meskipun kasusnya jarang terjadi.
Kenali Gejala Awalnya
Mulyadi menjelaskan, gejala awal Hantavirus biasanya muncul dalam 1 hingga 7 hari setelah terpapar. Gejala tersebut meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot hebat terutama di bagian paha, pinggang dan punggung, sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit perut hingga diare.
Kemudian pada hari ke-4 hingga ke-10, penderita dapat mengalami batuk kering dan sesak napas akibat paru-paru terisi cairan. Kondisi ini merupakan fase paling berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera.
Kenali Cara Pencegahannya
Untuk mencegah penyebaran Hantavirus, warga diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan menggunakan masker saat membersihkan area yang berpotensi terdapat kotoran tikus. Sebelum dibersihkan, kotoran tikus disarankan disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu agar debu tidak beterbangan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat, menutup lubang-lubang rumah agar tikus tidak masuk, serta segera memeriksakan diri ke Puskesmas apabila mengalami demam disertai nyeri otot dan sesak napas, terutama setelah beraktivitas di area yang banyak tikus.
“Jangan anggap demam biasa jika disertai sesak napas dan nyeri badan hebat. Segera periksa ke Puskesmas agar bisa ditangani lebih cepat oleh tenaga medis,” pesan Mulyadi.
Ia juga meminta bidan desa dan kader kesehatan untuk aktif memberikan edukasi langsung kepada masyarakat melalui sosialisasi keliling dari rumah ke rumah guna meningkatkan kewaspadaan warga terhadap Hantavirus.
Liputan : Edo Wilantara





