Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


Pangkas Sekat Birokrasi, Pemkab Kerinci Gelar Sosialisasi Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Digital

Sandra Boy
Senin, 18 Mei 2026
Last Updated 2026-05-18T04:20:27Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN KEGIATAN ANDA/ORGANISASI/POLITIK DILIPUT??


KERINCI, FAKTA62.INFO– 

Pemerintah Kabupaten Kerinci secara resmi menggelar agenda Sosialisasi Inovasi Pelayanan Publik berbasis digital, Senin (18/5/2026). Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari percepatan reformasi birokrasi, sekaligus instrumen kunci untuk memangkas hambatan geografis yang selama ini mengendapkan potensi efisiensi pelayanan masyarakat di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.


​Acara yang dipusatkan di Aula Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kerinci, Bukit Tengah, Siulak ini, dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Yuldi Candra, S.E., Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Vicko Parbo, S.E., serta seluruh jajaran kepala seksi, fungsional, dan staf teknis institusi tersebut.


​Berdasarkan pemantauan langsung Fakta 62 Info di lokasi, jalannya sosialisasi ini dikawal ketat oleh puluhan jurnalis lintas daerah dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Kehadiran para pemburu berita dari berbagai platform media cetak, elektronik, hingga jajaran pemimpin redaksi media siber ini menegaskan tingginya atensi publik terhadap arah baru digitalisasi di bumi sakti alam kerinci.


​Kabupaten Kerinci dikenal memiliki karakteristik wilayah yang menantang, membentang luas mulai dari koridor Muaro Imat di ujung hilir hingga batas wilayah Letter W Kecamatan Gunung Tujuh di ujung mudik. Selama ini, kendala jarak fisik yang memakan waktu berjam-jam menuju pusat pemerintahan di Bukit Tengah kerap membebani warga secara finansial maupun waktu untuk sekadar mengurus administrasi dasar.


​Kepala Dinas Kominfo Kerinci, Yuldi Candra, S.E., dalam pemaparannya menegaskan bahwa sosialisasi inovasi pelayanan publik ini bukan sekadar agenda seremonial peluncuran teknologi baru, melainkan sebuah lompatan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang mengacu pada standar Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) nasional.


​"Kita tidak boleh lagi terjebak pada cara-cara konvensional yang menyulitkan rakyat. Lewat sosialisasi inovasi pelayanan publik yang kita integrasikan hari ini, Pemkab Kerinci resmi meruntuhkan batasan geografis tersebut. Jarak dari Muaro Imat ke Gunung Tujuh kini dijembatani oleh sistem yang responsif. Inovasi ini menempatkan hak pelayanan publik langsung di genggaman masyarakat," tegas Yuldi Candra di hadapan puluhan awak media, Senin (18/5).


​Yuldi juga menggarisbawahi bahwa intergrasi data satu pintu ini secara otomatis akan meminimalisasi celah pungutan liar (pungli) dan meningkatkan indeks transparansi publik daerah. "Ketika sistem digital bekerja, interaksi tatap muka yang tidak perlu dapat dikurangi. Ini adalah komitmen kami menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good governance)," tambahnya.


Kemitraan Strategis Berbasis Transparansi Publik


Sebuah inovasi sistem di tingkat hulu pemerintahan dipastikan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya adopsi dan pemahaman yang baik dari masyarakat di tingkat hilir. Menyadari hal tersebut, Diskominfo Kerinci menempatkan pers sebagai elemen krusial dalam struktur pentaheliks pembangunan daerah.


​Kepala Bidang PIKP Diskominfo Kerinci, Vicko Parbo, S.E., menyatakan bahwa keterlibatan aktif media dari dua wilayah (Kerinci dan Sungai Penuh) merupakan pilar utama untuk mempercepat diseminasi informasi terkait mekanisme inovasi pelayanan yang baru disosialisasikan.


​"Keberhasilan transformasi digital ini bertumpu pada literasi digital masyarakat. Pers adalah mitra strategis untuk mengedukasi warga dari tingkat kecamatan hingga ke pos desa terluar. Kami di jajaran PIKP memberikan ruang seluas-luasnya bagi rekan-rekan jurnalis untuk menyiarkan informasi ini secara objektif, berimbang, dan sesuai kaidah kode etik jurnalistik profesional. Kritik yang membangun dan evaluasi dari media justru sangat kami butuhkan demi penyempurnaan sistem ini ke depan," pungkas Vicko Parbo.


Tantangan Infrastruktur Siber dan Komitmen 'Satu Data'

​Meski membawa angin segar bagi sistem birokrasi daerah, pihak Diskominfo secara terbuka mengakui adanya tantangan teknis jangka pendek yang musti diselesaikan. Fokus kerja jajaran dinas di bawah kepemimpinan Yuldi Candra selanjutnya adalah memperkuat mitigasi keamanan siber (cyber security) guna mengamankan basis data publik, di samping melakukan penetrasi bertahap untuk mengentaskan sisa wilayah susah sinyal (blank spot) di titik-titik ekstrim luar daerah.


​Langkah akselerasi yang dipaparkan dalam sosialisasi ini dinilai pengamat lokal telah memenuhi prasyarat mendasar untuk menyelaraskan program daerah dengan regulasi nasional Satu Data Indonesia, sebuah poin krusial yang kerap menjadi barometer penilaian kinerja pemerintah daerah di tingkat pusat.

Rangkaian agenda strategis ini ditutup dengan pemandangan yang hangat dan sarat nilai sinergitas di area aula utama. Seluruh jajaran Diskominfo Kabupaten Kerinci tampak saling bersalaman secara hangat dengan puluhan wartawan asal Kerinci dan Sungai Penuh, disusul dengan sesi foto bersama sebagai representasi komitmen bersama dalam mengawal kemajuan dan transparansi informasi di daerah.


​ Editor / Penulis: Sandra Boy

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan