Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


 

BWS Sumatera VI Klarifikasi Proyek Cekdam Siulak: Sebut Sistem Swakelola dan Sesuai Prosedur

Sandra Boy
Rabu, 01 Juli 2026
Last Updated 2026-07-02T03:22:12Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN BUAT WEBSITE BERITA MURAH??


 KERINCI, FAKTA62.INFO-

Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Provinsi Jambi melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP) memberikan penjelasan resmi terkait sorotan masyarakat terhadap proyek penanganan tanggul di Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci. Pekerjaan tersebut dipastikan merupakan agenda pemeliharaan berkala yang dijalankan sesuai prosedur teknis kedinasan.


​Pihak Satker OP BWS Sumatera VI menjelaskan bahwa aktivitas alat berat di sebelah Desa Lubuk Nagodang tersebut adalah Kegiatan Pemeliharaan Berkala Check Dam (Cekdam) Lubuk Nagodang. Fasilitas ini berfungsi sebagai bangunan pengendali untuk menahan sedimen, memperlambat kecepatan arus, serta melindungi pemukiman warga dan badan jalan dari ancaman gerusan air.


​Menanggapi sorotan mengenai transparansi anggaran dan ketiadaan papan nama proyek di lapangan, BWS Sumatera VI menegaskan bahwa proyek ini dilaksanakan secara swakelola. Sistem swakelola mengoptimalkan sumber daya internal yang dimiliki oleh Satker OP, sehingga mekanisme pengawasan teknis dilakukan langsung oleh tim internal balai secara berkala, bukan oleh kontraktor pihak ketiga.


​Terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk dua unit ekskavator yang dipertanyakan warga, manajemen balai memastikan operasional alat berat menggunakan logistik resmi. Fasilitas pendukung seperti tangki BBM dan armada alat berat selalu disiagakan di Workshop Siulak untuk menyuplai kebutuhan operasional pemeliharaan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) di lokasi tersebut secara berkala.


​Sementara itu, mengenai penggunaan karung berukuran besar (jumbo bag) yang dilaporkan menyerupai material bekas, pihak balai memberikan klarifikasi bahwa langkah tersebut merupakan alternatif penanganan teknis akibat keterbatasan anggaran pemeliharaan berkala.


Jumbo bag tersebut difungsikan sebagai penahan agar material pasir dan sirtu hasil pengerukan sedimen tidak kembali hanyut terbawa arus sungai, sekaligus memperkuat stabilitas tebing yang telah dinormalisasi. Pihak balai menyatakan bahwa pendekatan ini diambil demi memaksimalkan hasil pemeliharaan agar fungsi cekdam tetap terjaga optimal dengan anggaran yang tersedia.


​Melalui klarifikasi ini, BWS Sumatera VI menyatakan tetap terbuka terhadap fungsi kontrol sosial dan mengharapkan kolaborasi dari seluruh pihak terkait demi kelancaran pengendalian sedimentasi di wilayah Kabupaten Kerinci.


(Sandra boy)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan