Maluku Utara, Fakta62.info-
Harian Advokasi Tambang Maluku Utara (HANTAM Malut) menyoroti pernyataan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, terkait rencana operasi PT Ormat Geothermal Indonesia di kawasan Talaga Ranu, Kabupaten Halmahera Barat.
Dalam siaran pers yang diterima Fakta62.info, Senin (27/7/2026), Direktur HANTAM Malut, Alfatih Soleman, menilai pernyataan Wakil Gubernur yang mendorong agar investasi berjalan kondusif dinilai tidak mempertimbangkan secara memadai dampak terhadap masyarakat Desa Wayoli dan lingkungan di sekitar Talaga Ranu.
Menurut Alfatih, ajakan agar investor menghormati masyarakat lokal harus dibarengi dengan perhatian serius terhadap aspirasi warga serta potensi dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas industri panas bumi tersebut.
HANTAM Malut juga menyampaikan pandangannya mengenai dugaan afiliasi PT Ormat Geothermal Indonesia dengan Israel. Organisasi itu berpendapat bahwa isu tersebut perlu menjadi perhatian mengingat posisi politik luar negeri Indonesia yang secara konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Pernyataan tersebut merupakan pandangan HANTAM Malut.
Selain itu, HANTAM Malut menilai dukungan terhadap percepatan investasi tanpa memperhatikan aspek lingkungan berpotensi menimbulkan risiko bagi kawasan hutan dan ekosistem Pulau Halmahera yang dinilai memiliki kekayaan sumber daya alam sekaligus fungsi ekologis yang penting.
Alfatih meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengedepankan keseimbangan antara kepentingan pembangunan, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat yang terdampak.
"Kami berharap pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional, kebutuhan pembangunan, dan komitmen moral bangsa. Indonesia harus tetap menjadi negara yang berdaulat, pragmatis, namun berprinsip, serta mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan arah politik luar negerinya," ujar Alfatih dalam siaran pers tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan atau klarifikasi dari Wakil Gubernur Maluku Utara maupun PT Ormat Geothermal Indonesia terkait pernyataan HANTAM Malut tersebut.
Wartawan said Pers
Editor Said Pers





