Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


 

Warga Soroti Dugaan Pungli Bansos dan Kualitas Infrastruktur di Desa Neglasari

Tasya Febri Aulia Situmorang
Kamis, 30 Juli 2026
Last Updated 2026-07-30T03:57:09Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN BUAT WEBSITE BERITA MURAH??


 


Bandung, Fakta62.info-

Tata kelola anggaran dan mutu pembangunan infrastruktur di Desa Neglasari, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, mendadak jadi sorotan publik.

Sejumlah warga mengeluhkan kualitas pembangunan fasilitas desa hingga dugaan pungutan liar dalam penyaluran bantuan sosial.

 Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (21/7/2026), akses jalan utama menuju Kantor Desa Neglasari tampak mengalami kerusakan parah. Tak hanya itu, proyek rabat beton yang disinyalir belum genap berusia lima bulan dikabarkan sudah mulai terkelupas rontok.

Seorang warga setempat berinisial W (45) menyoroti pengerjaan fisik proyek yang dinilainya kurang memperhatikan standar kualitas.

"Jalan ini belum ada lima bulan dibangun sudah rusak lagi. Kualitasnya tidak diperhitungkan, diduga pengerjaannya asal-asalan," ujar W saat ditemui di lokasi, Rabu (21/7/2026).

Keluhan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Masalah pelayanan publik dan penyaluran bantuan sosial turut dipertanyakan. 

Seorang warga lansia berusia 72 tahun mengaku diminta uang sebesar Rp70 ribu oleh oknum yang mengaku perangkat desa dengan iming, iming pendataan bantuan sosial. Namun, hingga kini bantuan tersebut tidak kunjung terealisasi.

"Saya sempat didata oleh staf desa katanya untuk dapat bantuan janda. Tapi dimintai uang Rp70 ribu. Sampai sekarang jalurnya tidak ada, uangnya pun tidak tahu ke mana," tuturnya.

Untuk menjaga keberimbangan awak media mendatangi Kantor Desa Neglasari guna mengonfirmasi jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) terkait pengelolaan anggaran tahun, efektivitas Bumdes, serta keluhan pelayanan warga.

berada di tempat. Dua staf desa yang membidangi pelayanan dan kesra menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan tanggapan resmi.

"Pak Kades dan Sekdes sedang tidak ada. Ditelepon juga tidak merespons. Kapasitas kami terbatas untuk menjawab pertanyan wartawan, takut salah," kata salah satu staf pelayanan di lokasi.

Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Atep Rodiana menyampaikan belum bisa menemui wartawan secara langsung karena sedang menghadiri agenda di luar kantor.

"Saya sedang ada giat di luar, lain waktu saja kita ketemu kalau sudah sama-sama santai," jawab Atep singkat via pesan WhatsApp.

Hingga berita ini publikasikan, jurnalis telah melayangkan surat konfirmasi resmi secara tertulis kepada pihak Pemdes Neglasari untuk meminta rincian transparansi anggaran dan klarifikasi atas aduan warga.

Namun, belum ada jawaban resmi ataupun tanggapan yang diberikan oleh Kepala Desa maupun pihak berwenang terkait.

Masyarakat berharap instansi pembina dan pengawas, seperti pihak Kecamatan Ibun serta Inspektorat Kabupaten Bandung, dapat turun tangan melakukan audit terhadap tata kelola anggaran di Desa Neglasari.

Sumber : jejakkriminal.net

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl
```

Iklan