Kasus kecelakaan yang menewaskan Novan Riandi (12) di Jalan Lintas Kuala Kurun – Palangkaraya, Desa Kampuri, Kec. Mihing Raya pada Jumat, 19 Juni 2026 terus menuai tanda tanya. Keterangan baru dari saksi kedua, Ibu Ratna, membantah versi kecelakaan tunggal yang sebelumnya disampaikan Satlantas Polres Gunung Mas.Gunung Mas, 7/8/2026
Dalam wawancara eksklusif dengan tim FAKTA62.INFO, Ibu Ratna warga Desa Kampuri menceritakan kronologi pertama kali mengetahui kejadian tersebut.Dengar Suara Benturan Keras Saat Makan Bakso
Ibu Ratna mengaku berada tidak jauh dari lokasi kejadian saat peristiwa terjadi.
Waktu saya makan bakso saya mendengar suara benturan sangat keras. Lalu sopir truk datang melambaikan tangan minta tolong,"ujarnya.
Ia bersama warga lainnya kemudian bergegas ke Tempat Kejadian Perkara TKP.
Sehingga Korban Dievakuasi, Kondisi Sudah Meninggal
Setibanya di lokasi, Ibu Ratna melihat korban sudah tergeletak di badan jalan.
Habis itu dia angkat motornya NOVAN korban. Di pinggir ya? Di pinggir... ke pinggir,"_ katanya.
Saat ditanya kondisi korban, Ibu Ratna menyebut korban sudah tidak bernyawa.
"Kondisi korban itu langsung meninggal di tempat. Dia angkat motor,"_ ungkapnya.
Tegaskan Bukan Kecelakaan Tunggal
Pernyataan paling mengejutkan disampaikan Ibu Ratna saat ditanya soal dugaan kecelakaan tunggal.
"Itu memang ditabrak. Bukan kecelakaan tunggal," tegasnya.
Keterangan Ibu Ratna ini memperkuat pernyataan saksi pertama, Ibu Andriana, yang sebelumnya juga menyebut mendengar teriakan "tabrakan" dari sopir truk di lokasi.
Polisi Belum Beri Keterangan Lanjutan
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satlantas Polres Gunung Mas belum memberikan keterangan lanjutan terkait hasil penyelidikan dan olah TKP.
Sebelumnya, Penasihat Hukum keluarga korban menduga ada unsur tabrak lari dalam kasus ini dan berencana membawa kasus tersebut ke Komisi III DPR RI serta Kompolnas untuk meminta pengusutan lebih lanjut.
Penulis: Madan
Editor: Redaksi FAKTA62.INFO






