MUARA ENIM, Fakta62.Info-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Rabu (2/9/2026).
Munculnya kobaran api di kawasan tersebut langsung mendapat penanganan cepat dari tim gabungan. Unsur BNPB Muara Enim, Babinsa 404/01, Pemerintah Desa Sigam, Damkar Yonif TP 698 KC, Damkar Gelumbang, serta masyarakat bergerak bersama melakukan pemadaman dan pengendalian api agar tidak meluas ke area lainnya.
Gerak cepat dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi lahan yang relatif kering dan berpotensi membuat api cepat menjalar.
Kepala Desa Sigam, Suparjan, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait setelah mendapat informasi adanya titik api di sekitar TPU Desa Sigam.
“Kami dari Pemerintah Desa Sigam bersama BNPB Muara Enim, Babinsa 404/01, Damkar Yonif TP 698 KC, Damkar Gelumbang dan masyarakat terus berupaya melakukan pemadaman serta memantau kondisi di lokasi. Kami tidak ingin api meluas dan membahayakan lahan maupun lingkungan masyarakat,” ujar Suparjan.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama seluruh unsur, termasuk masyarakat, untuk mencegah api kembali muncul dan meluas.
Suparjan juga mengimbau masyarakat Desa Sigam untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan kepada pemerintah desa maupun petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah cepat sejak munculnya titik api sangat penting dalam upaya mencegah kebakaran menjadi lebih besar.
“Jangan menunggu api membesar. Kalau ada titik api segera laporkan. Dengan gerak cepat dan sinergi antara pemerintah, petugas, TNI, pemadam kebakaran dan masyarakat, kita berharap karhutla dapat segera dikendalikan,” tambah Suparjan.
Suparjan menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah turun langsung membantu proses pemadaman.
“Terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bergerak cepat dan masyarakat yang ikut membantu. Sinergi seperti ini harus terus kita pertahankan karena pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Liputan : Edo Wilantara





