Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan


 

Siswa Diduga Keracunan Usai Makan MBG, GMNI Desak BGN Audit Dapur SPPG Dakaino

Said Pers
Selasa, 15 September 2026
Last Updated 2026-09-17T02:50:21Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
INGIN BUAT WEBSITE BERITA MURAH??


WASILE TIMUR, Fakta62.info-

Dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SD Inpres Toboino, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menuai sorotan.

Peristiwa yang disebut terjadi pada Jumat, 11 September 2026, tersebut mendorong Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Provinsi Maluku Utara meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dakaino, Kecamatan Wasile Timur, yang menjadi penyedia makanan MBG.

Wakil Ketua DPD GMNI Maluku Utara, M. Asrul, meminta Kepala BGN Provinsi Maluku Utara tidak hanya menunggu hasil pemeriksaan, tetapi segera memastikan seluruh standar keamanan pangan dan kelayakan operasional dapur SPPG Dakaino terpenuhi.

“Kami meminta dilakukan penilaian ulang serta verifikasi menyeluruh terhadap kelayakan dapur SPPG Dakaino,” ujar M. Asrul.

Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya kelalaian berat yang menjadi penyebab kejadian tersebut, GMNI meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab, termasuk mengevaluasi posisi pengelola utama dapur.

Siswa Mulai Mengalami Gejala Setelah Menyantap MBG

Berdasarkan keterangan Kepala SD Inpres Toboino, dugaan kejadian tersebut berlangsung pada Jumat, 11 September 2026.

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada hari itu terdiri dari bubur kacang hijau, telur rebus, roti tawar dan bakwan.

Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala kesehatan yang kemudian menimbulkan dugaan adanya gangguan akibat makanan yang dikonsumsi.

Namun, penyebab pasti kondisi yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium. Karena itu, dugaan keracunan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai akibat langsung dari makanan MBG sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi.

Sampel Makanan Sudah Dibawa ke Sofifi

Sementara itu, Kepala SPPG Dakaino, Lisa Riyana, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan.

“Saya sementara masih menunggu hasil uji laboratorium,” ujarnya.

Lisa menjelaskan, sampel makanan dari SPPG Dakaino telah dibawa ke Sofifi pada 12 September 2026 untuk dilakukan pemeriksaan. Namun, hingga saat ini pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti laboratorium yang melakukan pemeriksaan tersebut.

Hasil uji laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai kondisi makanan yang disajikan dan membantu memastikan penyebab kejadian yang dialami para siswa.

GMNI Minta BGN Tidak Tutup Mata

M. Asrul menegaskan, persoalan keamanan pangan dalam program MBG tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan anak-anak sekolah.

GMNI meminta BGN Maluku Utara melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek, mulai dari kelayakan dapur, kebersihan peralatan, bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, distribusi hingga prosedur pengawasan makanan.

Menurut GMNI, evaluasi tersebut penting dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Landasan mengenai keamanan pangan antara lain terdapat dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, sementara aspek higiene dan sanitasi jasa boga juga diatur dalam Permenkes Nomor 43 Tahun 2014.

Selain itu, pelaksanaan program MBG berada dalam kerangka kebijakan pemerintah mengenai pemenuhan gizi masyarakat dan kelembagaan Badan Gizi Nasional, sehingga pengawasan terhadap penyedia layanan menjadi bagian penting untuk menjamin keamanan makanan yang diterima penerima manfaat.

Menunggu Hasil Resmi

GMNI berharap BGN Provinsi Maluku Utara segera turun melakukan evaluasi dan tidak mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.

Masyarakat juga diminta menunggu hasil pemeriksaan resmi agar penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif.

FAKTA62.info masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak BGN Provinsi Maluku Utara, pihak sekolah, serta instansi terkait lainnya mengenai dugaan kejadian tersebut.

Keterangan dan hak jawab dari pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini akan dimuat secara proporsional sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.


Wartawan Said Pers 
Editor Said Pers 
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tidak ada komentar:

Iklan

-->