Mewakili Kasat Pol PP Kabupaten Way Kanan, Kasi Damkar Nazori menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB. Segera setelah menerima informasi, personel pemadam langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Kami langsung menuju TKP dengan mengerahkan 9 personel, ditambah bantuan 5 anggota armada dari Baradatu. Total satu armada berkapasitas 3.500 liter air dikerahkan untuk menjinakkan api," ujar Nazori pagi ini, Sabtu (24/1/2026).
Proses pemadaman berlangsung cukup intens selama kurang lebih empat jam. Api baru benar-benar dapat dipadamkan secara total pada pukul 17.30 WIB.
Meski berhasil dipadamkan, Nazori mengakui adanya kendala teknis saat proses evakuasi di lapangan. Masalah utama yang dihadapi petugas adalah sulitnya akses sumber air.
"Kendala kami di lapangan adalah ketersediaan air. Proses pengisian ulang memakan waktu cukup lama, sehingga menghambat efisiensi pemadaman," ungkapnya.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik atau korsleting pada instalasi bangunan. Hingga berita ini diturunkan, total kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Menanggapi kejadian ini, Nazori memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di bangunan masing-masing.
"Kami berpesan kepada masyarakat untuk tidak melakukan penyambungan listrik secara sembarangan (ilegal). Kebakaran gedung ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu memperhatikan standar keamanan kelistrikan guna mencegah hal serupa terjadi di kemudian hari," pungkasnya.






